Dilema Implementasi Koperasi Desa Merah Putih: Antara Kewajiban Administratif dan Partisipasi Masyarakat di Desa Pakisputih

Penulis

  • Sheylomitha Suryaning Putri Universitas Islam Negeri K.H. Abdurahman Wahid Pekalongan

Kata Kunci:

Keuangan mikro, usaha mikro dan kecil, masyarakat berpenghasilan rendah

Abstrak

Pemerintah mengamanatkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pilar ekonomi desa dan syarat administratif untuk pencairan dana desa. Namun, implementasinya di Desa Pakisputih menghadapi dilema: meskipun telah memiliki legalitas formal seperti akta pendirian dan struktur organisasi, koperasi ini belum dapat beroperasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stagnasi operasional KDMP serta menganalisis tingkat partisipasi dan pemahaman masyarakat terhadapnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara informal dengan perangkat desa serta berbagai kelompok masyarakat selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama ketidakoperasian koperasi adalah kombinasi dua faktor. Pertama, ketidakjelasan arah usaha, di mana banyak unit bisnis potensial sudah ada dan opsi simpan pinjam ditolak karena tingginya risiko kredit macet. Kedua, rendahnya tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat, yang cenderung memandang koperasi secara negatif dan identik dengan usaha simpan pinjam yang berisiko. Kombinasi kedua faktor ini menciptakan stagnasi, menjadikan koperasi sebatas pemenuhan kewajiban administratif tanpa fungsi ekonomi yang nyata. Diperlukan kajian potensi lokal yang mendalam dan sosialisasi berkelanjutan untuk mengubah persepsi masyarakat dan mengoptimalkan fungsi koperasi.

Kata kunci: Keuangan mikro, usaha mikro dan kecil, masyarakat berpenghasilan rendah

Diterbitkan

2025-10-30

Terbitan

Bagian

Articles